Zermatt



Zermatt, Switzerland

Water

Sekedar Coba Coba Mencari Alternatif Photo Hunting.








Alhambra - Granada - Spain



ISTANA ALHAMBRA GRANADA

Tujuan kita berkunjung ke Granada-Andalusia utamanya memang untuk mengunjungi Istana Alhambra. Tapi karena dihari pertama kita sudah kesiangan (tiba di Granada jam 13.00)  maka kita putuskan hari kedua kita akan ikut tour Istana Alhambra. 


Untuk tiket tour Alhambra ada baiknya kita pesan melalui internet. Atau dari hotel tempat kita menginap. Karena satu travel biasanya membatasi jumlah peserta tour perhari. Jadi untuk kemudahan lebih baik reservasi online. 









Tour Alhambra bisanya dibagi menjadi dua tahap, pagi dimulai sekitar pukul 10.30 dan siang sekitar pukul 14.00. Setelah berkumpul di depan gerbang Alhambra dan dibagikan tiket masuk (menggunakan barcode) dan mendapat sedikit pengarahan dari tour leader maka kitapun memulai tour Istana Alhambra.

Sedikit sejarah mengenai Alhambra saya tulis disini. 
Alhambra mulai dibangun pada tahun 1238 masehi oleh Sultan Muhammad bin Ahmar yang merupakan raja bangsa Moor dari Afrika utara. Alhambra terletak di atas bukit La Sabica masuk wilayah Granada. 

Pertama kali kita mengunjungi Palace of Charles V sebuah bangunan  berbentuk kotak dan bagian dalamnya berbentuk bundar yang berdiri di salah satu bagian dari istana Alhambra. Bangunan 2 tingkat ini dibangun oleh King Charles V, Holy Roman Emperor, 35 tahun setelah penyerahan Alhambra oleh Raja Boabdil kepada Raja Ferdinand dan Ratu isIsabella. Didalamnya terdapat perpustakaan dan museum.  Untuk masuk ke Palace Charles V tidak perlu  menunjukkan tiket.

Palace Charles V

Kesempatan selanjutnya, kita melewati Puerta del Vino (Wine Gate, tidak tahu kenapa dinamakan demikian) menuju bangungan di depan Palace Charles V dan lokasi paling ujung dari komplek Alhambra. Tempat ini disebut Alcazaba. Disini terdapat Torre de Homenaje (The Keep) yang merupakan bagian tertua dari Alhambra, Plasa de las Armas (The Arms Square) dan juga terdapat menara tinggi yaitu  Torre de La Vela yang dididirikan pada masa Sultan Muhammad bin Nashr Al Ahmar dan diatasnya terdapat lonceng besar yang ditambahkan pada abad ke 18.


Puerta del Vino

Penulis berada di depan Alcazaba


The Keep dan The Crack Wall

Jam sudah menu njukkan pukul 12 siang saat kita dan anggota tour lainnya mulai memasuki komplek utama Istana Alhambra, Nasrid Palace. Di dalam Naseid Palace ini kita memasuki beberapa ruangan ruangan yang tidak terlalu besar tapi   terlihat indah dengan hiasan kaligrafi yg memenuhi hampir di setiap sudut ruangan. Ada satu kalimat yang selalu nampak di setiap ruangan hampir diseluruh istana adalah "Kemenangan hanya untuk/dari Allah" yang sampai sekarang masih banyak di selidiki oleh para ahli mengenai apa makna seungguhnya dari kalimat tersebut dan mengapa dipasang hampir diseluruh bagian istana.

Sudut Dinding di Dalam Comares, Nasrid Palace



The Courtyard of the Mexuar

Didalam istana Alhambra terdapat beberapa bagian istana yang sangat terkenal antara lain:
The Court of Myrtles (Patio de los Arrayanes)





Ini merupakan bagian dari lantai di dalam The Hall of Ambassador (Salon de los Embajadores). Sedikit penjelasan mengenai pagar tali pembatas yang terdapat disitu, karena motif yang ada dilantai tersebut terdapat tulisan Allah dalam bahasa arab. Letak awalnya bukan dilantai tetapi setelah terjadinya penaklukan Alhambra bagian tersebut kemudian diletakkan dilantai. itu sebabnya pengelola Alhambra memberi pagar pembatas supaya pengunjung tidak menginjak bagian tersebut.



Court of the Lions (Patio de los Leones)

Hall of the Abencerrages (Sala de los Abencerrajes), The Tower of the Ladies (Partal) dan  Generalife yang terletak di luar komplek utama istana Alhambra.

The Tower of the Ladies


Generalife

Sekitar pertengahan 1491, Raja Ferdinand V dari Aragon bersama Ratu Isabella dari Castille melakukan pengepungan kota Alhambra selama tujuh bulan. Akhirnya pada 2 Januari 1492 M/2 Rabiul Awwal 898 H Granada jatuh ke dalam kekuasaan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella tanpa perlawanan  dari Penguasa Alhambra terakhir yaitu Raja Abu Abdillah atau Raja Boabdil. Granada dengan Alhambranya diserahkan oleh Raja Abu Abdillah kepada 
Raja Ferdinand dan Ratu Isabella di halaman depan Alhambra. Penyerahan itu membuat Alhambra terhindar dari kehancuran karena Raja Ferdinand dengan kekuatan tentara dalam jumlah besar telah siap menyerbu Alhambra.
Karna Keberhasilan menaklukkan dan menguasai Andalusia, kedua Raja Kristen tersebut mendapat gelar  “Catholic Monarch” atau Raja Katolik. Dalam bahasa Spanyol disebut Los Reyes Catolicos dan digunakan sebagai nama beberapa jalan di Andalusia.

Sejak penaklukan itulah masyarakat muslim di Andalusia mendapat kesulitan dan berada diantara dua pilihan, memeluk agama kristian, atau keluar dari Andalusia.

Setelah sekitar 3 jam melakukan tour Alhambra, saya kembali menjelajahi bagian lain kota Granada. Kali ini saya menuju Albayzin sebuah daerah yang tadi sempat saya potret dari istana Alhambra.

Albayzin dilihat dari istana Alhambra

Santa Niklaus





Generalife

Dari Albayzin, tepatnya di halaman gereja Santa Niklaus kita bisa melihat pemandangan Istana Alhambra lengkap dengan Generalife nya begitu menawan. Lelah yang hinggap di kaki saya setelah berjalan mendaki daerah Albayzin sekitar 1 jam dari kota hilang setelah melihat pemandangan Alhambra sambil menyantap Jagung bakar.



Fall Season - Marzilli - Bern

Keindahan yang segera berakhir...








Hanya Buah, Tanpa Daun..








Gugur yang tak sempurnya...



Menunggu Sapu....




Mezquita Catedral - Cordoba


Masjid Cordoba Dan Puerta Romanov

Cordoba - Andalusia - Spanyol


Setelah menghabiskan waktu 3 malam di Barcelona kita melanjutkan wisata ke kota lain di spanyol yang tidak kalah menakjubkan. Perjalanan wisata kali ini saya bersama istri (Ifa Ruhiana) dan Granada di Andalusia adalah tujuan selanjutnya. Dengan menggunakan pesawat dari Barcelona tibalah kita di Granada airport yang relatif kecil dan terlihat sedikit gersang. Selanjutnya dari airport kita memutuskan untuk menggunakan Bus Airport  yang telah siap di depan pintu keluar menuju ke City Centre dengan ongkos 3 euro per orang. Dan kebetulan halte bus dekat dengan hotel tempat kita menginap yang terletak  di Puerta Real persis ditengah kota Granada.




Setelah tiba di hotel Victoria Granada dan melakukan check in hotel kita berdua langsung memutuskan melanjutkan perjalanan menuju Cordoba yang berjarak 160 km. Dengan menggunakan mobil sewaan kita berkendara melalui kebun kebun Zaitun yang berderet sangat rapi hampir disepanjang jalan kiri kanan dari Granada menuju Cordoba. Hanya sesekali kita melewati kampung kampung kecil yang terletak diantara kebun zaitun dan sebagian lagi menempel di atas bukit bukit kecil, dan pastinya keliatan sangat sepi.

N-432 Granada to Cordoba
    
Castillo de la Mota, Alcala la Real, Andalusia, Spanyol
Selamat Datang Di Cordoba

Setelah berkendara 2 jam sampailah kita di kota Cordoba dan langsung menuju ke tempat paling terkenal di kota ini, Mezquita Catedral (Great Mosque of Cordoba).  Cordoba dulunya merupakan ibu kota pemerintahan muslim Al Andalus yang wilayahnya adalah semenanjung Iberia (spanyol dan Portugal). Masjid Cordoba merupakan peninggalan sejarah Islam pada masa pemerintahan Bani Umayyah yang pertama kali dibangun pada 784 M pada masa Khalifah Abdurahman I dan selesai kira kira tahun 987 M . Di bangun dengan gaya arsitektur Moorish hingga akhirnya jatuh ke tangan Raja Leon Alfonso VII pada awal 13 (dikenal dengan penaklukan kembali Spanyol). 

Didalam masjid ini banyak sekali terdapat pilar pilar dan juga terdapat Mihrab (tempat Imam) yang menghadap ke selatan ( bukan ke Kiblat) dengan ukiran kaligrafi indah pada dindingnya.





Mihrab
    
Mihrab





Setelah terjadinya penaklukan kembali Spanyol Masjid ini diubah peruntukannya menjadi gereja. Hal itu dilakukan dengan di bongkarnya bagian tengah masjid dan di didirikan Catedral.


Catedral de la Sede
Masjid Cordoba ini terletak persis di pinggir sungai Guadalquivir dengan jembatan Romanov (Puerta Romanov) yang berdiri kokoh dan jika dimalam hari diterangi lampu lampu yang akan keliatan indah sekali.


Puente Romanov, Cordoba
Selain Mezquita, diCordoba ada lagi peninggalan Sejarah Islam yang terkenal yaitu Medina Azahara yang terletah agak keluar kota Cordoba. Sayang sekali ketika kita tiba di Medina Azahara tempat tersebut telah tutup karena memang waktu sudah malam. Dengan menyesal kita kembali berkendara menuju Granada melewati gurun gurun dengan pohon zaitun. Sangat menegangkan karena hanya sedikit sekali mobil yang melintas dijalur ini pada malam hari. Meskipun sepi dan berada di tengah kebun zaitun tapi kecepatan berkendara hanya berkisar 60 - 80 km. jangan sekali kali ngebut dijalur ini karena selama pulang pergi Granada - Cordoba - Granada kita selalu melihat ada mobil patroli polisi yang bersembunyi dijalan kecil diantara pohon pohon zaitun.





Bersambung…..


Giessbach Waterfall - Brienz - Bern


Prague Street Photography


Street Model - Love Child